Berita  

Aktivis Perak Demokrasi Ajak Mahasiswa Jaga Kondusivitas Jelang Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

JAKARTA — Aktivis Perak Demokrasi melalui koordinatornya, Penri Sitompul, menegaskan komitmen organisasinya untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026. Di tengah dinamika sosial-politik nasional, Perak Demokrasi mengajak mahasiswa dan pemuda untuk mengedepankan sikap kritis, dewasa, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik.

Penri menilai, momentum dua tahun pemerintahan Prabowo seharusnya menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa. Evaluasi terhadap jalannya pemerintahan tetap penting sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi harus disampaikan melalui cara-cara yang konstruktif, rasional, dan tidak mengorbankan persatuan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa dan pemuda memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Gerakan intelektual yang berlandaskan data, argumentasi yang kuat, serta orientasi pada solusi dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat dibandingkan tindakan yang berpotensi memicu konflik dan memperlebar perpecahan.

Perak Demokrasi juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi, provokasi, maupun narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan polarisasi di tengah masyarakat.

Penri menegaskan bahwa menjaga kondusivitas bukan berarti membatasi kritik atau menutup ruang perbedaan pendapat. Sebaliknya, demokrasi yang sehat harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka, damai, dan bertanggung jawab, dengan tetap menghormati hak-hak orang lain serta ketentuan hukum yang berlaku.

Melalui momentum dua tahun pemerintahan Prabowo, Perak Demokrasi mengajak seluruh elemen mahasiswa dan pemuda memperkuat persatuan, mengembangkan gerakan yang produktif dan solutif, serta menjadikan spiritualitas dan intelektualitas sebagai landasan dalam bertindak. Dengan demikian, perbedaan pandangan politik tidak berkembang menjadi permusuhan, melainkan menjadi bagian dari proses demokrasi yang dewasa dan bermartabat. (ADR)

Exit mobile version