JAKARTA — Aktivis senior Universitas Trisakti, Edmun Sekko, mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa harus mengambil peran nyata dalam menciptakan ruang sosial yang aman, damai, dan kondusif.
Menurut Edmun, menjaga kamtibmas bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, pemuda dan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok yang mampu menyuarakan aspirasi, mengawal persoalan publik, sekaligus menjaga agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik sosial.
“Pemuda dan mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi harus disampaikan secara tertib, bertanggung jawab, dan tetap menghormati hak orang lain,” ujar Edmun.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, penyebaran kabar yang tidak jelas kebenarannya berpotensi menimbulkan keresahan dan memperkeruh situasi. Karena itu, literasi digital serta penggunaan media sosial secara bijak perlu menjadi perhatian bersama.
Lebih lanjut, Edmun menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi antara mahasiswa, masyarakat, organisasi kepemudaan, serta aparat terkait. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga stabilitas lingkungan tanpa mengabaikan ruang demokrasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Edmun berharap semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial generasi muda terus diperkuat sepanjang Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial, tetapi harus hadir dengan gagasan, sikap kritis, dan tindakan nyata yang mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.
“Keamanan dan ketertiban akan terwujud apabila semua pihak ikut berperan. Mahasiswa harus hadir membawa gagasan, menjaga komunikasi, dan ikut menciptakan suasana damai di tengah masyarakat,” pungkasnya. (ADR)












