Berita  

Generasi Muda Papua di Jakarta Ajak Pelajar Dukung Pemerintah dan Jaga Perdamaian

JAKARTA, — Generasi muda Papua yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Yahukimo di Jakarta menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keamanan dan perdamaian di Tanah Papua. Sikap tersebut disampaikan pada 19 Oktober 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap stabilitas daerah dan keberlangsungan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Papua.

Dalam pernyataan sikapnya, para pelajar dan mahasiswa tersebut menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan yang berpotensi merusak tatanan sosial masyarakat. Mereka menilai situasi yang aman dan kondusif menjadi salah satu prasyarat penting untuk mendorong pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Mereka juga menyoroti berbagai dinamika di Papua, mulai dari isu militerisme, dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), hingga aksi kekerasan yang dikaitkan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Menurut mereka, seluruh persoalan tersebut harus disikapi secara bijaksana melalui penegakan hukum yang adil, dialog yang konstruktif, serta perlindungan maksimal terhadap masyarakat sipil.

Sebagai pelajar dan mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta, mereka menyatakan siap mengambil bagian dalam menyuarakan perdamaian dan mendorong terciptanya situasi yang lebih kondusif. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

“Kami menolak segala bentuk kekerasan yang merusak tatanan sosial masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah demi masa depan yang lebih baik,” demikian pernyataan yang disampaikan oleh perwakilan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Yahukimo di Jakarta.

Mereka turut mengajak tokoh adat, tokoh agama, kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa, serta pemerintah untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Menurut mereka, pembangunan berkelanjutan membutuhkan situasi yang kondusif sekaligus komitmen bersama untuk menjaga hak-hak masyarakat dan menyelesaikan persoalan melalui cara-cara damai.

Dukungan generasi muda Papua di perantauan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan mendorong masa depan Papua yang lebih baik. Mereka menegaskan bahwa perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar generasi mendatang dapat tumbuh, belajar, dan membangun Papua dalam suasana aman serta bermartabat. (ADR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *