Jakarta – Tokoh organisasi Mahasiswa dan Pemuda Demokratik, Konstantinus Dhena, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026.
Konstantinus menilai momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat pentingnya memperkuat persatuan, solidaritas, dan semangat kebersamaan di tengah keberagaman bangsa. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk turut menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
“Menjelang Hari Sumpah Pemuda, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat DKI Jakarta, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Mari kita sambut momentum bersejarah ini dengan penuh kedamaian dan kebersamaan,” ujar Konstantinus, Senin (5/10/2026).
Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen organisasi dalam menjaga stabilitas lingkungan. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarelemen masyarakat perlu terus diperkuat agar kesadaran menjaga ketertiban tumbuh sebagai tanggung jawab bersama.
Menanggapi beredarnya isu seruan aksi sepanjang Oktober 2026, Konstantinus mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta warga lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
“Saya berharap masyarakat dapat bijak memilah informasi. Jangan mudah percaya atau terpancing oleh ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Tetap tenang dan jalankan aktivitas seperti biasa,” katanya.
Lebih lanjut, Konstantinus mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati hukum, ketertiban, serta kepentingan masyarakat luas.
Ia berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat persaudaraan dan persatuan nasional.
“Mari kita jadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk memperkuat persatuan. Perbedaan bukan alasan untuk saling bermusuhan. Kita harus bergandengan tangan menjaga Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif,” tutup Konstantinus. (ADR)












